
PITUMPANUA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Syukur binaan Desa Tellesang, Kecamatan Pitumpanua terus menunjukkan tren positif di awal tahun 2026. Fokus pada penguatan ekonomi lokal dan program ketahanan pangan, BUMDes sukses menjalankan tiga pilar unit usaha sekaligus, pinjaman modal UMKM, penggemukan sapi, dan budidaya ikan nila sistem bioflok.
Setelah menanti kurang lebih lima bulan sejak tebar bibit, unit usaha budidaya ikan nila bioflok akhirnya memasuki masa panen perdana, pada Jumat 2 Januari 2026.
Baca juga :Bupati Wajo Lantik Perumda dan BUMD diakhir tahun
Hasil panen yang melimpah ini langsung didistribusikan ke Pasar Buriko untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekitar.
Langkah ini bukan sekadar bisnis semata. Menurut Direktur BUMDes Syukur, Rudhi Amin, hasil dari penjualan tersebut akan digunakan kembali untuk membeli bibit ikan nila untuk keberlanjutan siklus budidaya.
“Hasil panen kita bawa ke pasar buriko untuk dijual, hasil penjualannya rencana akan dibelikan bibit dan dimasukkan ke kas BUMDes,” katanya.

Selain memberikan akses modal bagi para pelaku UMKM, unit usaha peternakan dan perikanan yang dikelola BUMDes ini menjadi bukti nyata dukungan desa terhadap program pemerintah terkait Ketahanan Pangan Desa.
Tidak berhenti di sektor perikanan, unit usaha penggemukan sapi milik BUMDws Syukur juga menunjukkan progres yang signifikan. Saat ini, sapi-sapi yang berada di kandang BUMDes telah mencapai bobot ideal dan dinyatakan layak jual.
“Untuk target ke depannya, kita akan memaksimalkan seluruh unit usaha yang ada. Setelah sukses dengan nila, fokus kita selanjutnya adalah mengoptimalkan hasil dari penggemukan sapi guna memberikan profit maksimal bagi desa,” katanya. (*)


Tinggalkan komentar